Cara Membuat Sabun

Showing posts with label Cara Membuat Sabun. Show all posts
Showing posts with label Cara Membuat Sabun. Show all posts

Membuat Sabun Mandi Jeruk


Halo teman-teman penggemar sabun alami, dejavu soap akan membuat tulisan tentang cara membuat sabun mandi alami dengan bahan tambahan sari buah jeruk. Sebelum kita belajar membuat sabun mandi berbahan tambahan buah jeruk, maka mari kita pahami dulu manfaat buah jeruk untuk kecantikan kulit.
Buah Jeruk kaya akan vitamin Csehingga mampu menyamarkan noda hitam bekas jerawat diwajah, mencerahkan kulit, memperlambat tanda-tanda penuaan dan dapat menutrisi kulit

Buah jeruk yang dapat digunakan untuk membuat sabun, bisa dari berbagai buah jeruk seperti jeruk nipis, jeruk purut, jeruk sunkis dan masih banyak lagi.
Ok itu beberapa manfaat buah jeruk untuk memelihara kecantikan kulit anda; oya......kulitnya juga dapat digunakan lho..

Dibawah ini video cara membuat sabun jeruk dari Dejavu Soap

MEMBUAT SABUN ALAMI MINYAK ZAITUN


Minyak zaitun (Olive Oil) mempunyai manfaat yang baik untuk menjaga kelembaban kulit. Minyak zaitun ini mungkin merupakan salah satu minyak nabati pertama yang digunakan untuk membuat sabun.
Dalam 100ml minyak zaitun terkandung total 884 kalori (44 persen AKG Harian) dan 100gr lemak total, namun sebagian besar lemak yang terkandung adalah lemak tak jenuh tunggal sehingga termasuk lemak baik.
Selain minyak tak jenuh tunggal, Minyak zaitun kaya Vitamin E, K, A, antioksidan dan oleochantal yang bisa menghilangkan rasa tidak nyaman akibat peradangan di kulit wajah. Manfaat lain oleh kandungan minyak zaitun yang luarbias itu dapat melembabkan kulit dan menyembuhkan kulit kering.


CARA MEMBUAT SABUN DENGAN PROSES DINGIN


Membuat sabun dengan proses dingin ini tergolong cukup mudah. Langkah-langkahnya mudah untuk dilakukan dan bisa menggunakan peralatan yang ada di dapur (yang penting janga gunakan peralatan dari bahan seng atau aluminium). Siapkan semua yang dibutuhkan untuk memulai membuat sabun mandi padat
  1. Siapkan Bahan-bahan yang diperlukan (sesuai resep Sabun)
  2. Siapkan peralatan (seperti: spatula, kocokan telur, stik blender, wadah yang digunakan untuk pencampuran kaustik soda dengan air, wadah untuk pencampuran minyak dengan kaustik soda, cetakan sabun, .....lihat selengkapnya dalam peralatan pembuatan sabun padat)
  3. Siapkan Cetakan Sabun
  4. Siapkan Bahan Tambahan alami (seperti: Kopi, Susu, Rendaman air Teh hijau, bubuk daun kelor, dsb)

Setelah semuanya siap, waktunya kamu membuat sabun mandi padat dirumah sendiri dengan mudah dan menyenangkan. 

Langkah-langkah cara membuat sabun dengan proses dingin

Larutan Kaustik Soda
  1. Timbang air (sesuai resep)
  2. Timbang Kaustik Soda
  3. Kemudian tuang kaustik soda ke dalam air sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan (jangan sekali-kali menuangkan air kedalam kaustik soda).
  4. Setelah itu diamkan dan masukkan termometer untuk mengukur suhu yang diperlukan untuk proses pembuatan sabun (biasanya suhu yang diperlukan dalam proses dingin ini  sekitar 40-60 derajat celcius).
Larutan Minyak 

Tuangkan beberapa Minyak Nabati ke wadah (bisa menggunakan 2 campuran minyak atau 3 bahkan bisa lebih sesuai dengan resep yang dibuat).

Proses Saponifikasi
  1. Setelah larutan kaustik soda mencapai suhu yang diinginkan (sekitar 40-60 derajat c) kemudian tuangkan ke dalam larutan beberapa minyak (Jangan sekali-kali menuangkan minyak ke dalam larutan kaustik soda).
  2. Tuangkan pelan-pelan sambil diaduk, sampai waktu trace tercapai
  3. Tambahkan bahan alami : misalnya air serai, bubuk kopi, dsb sambil terus diaduk
  4. Tambahkan warna (Optional)
  5. Tambahkan Minyak Wangi (Bisa Fragrance Oil atau Essential Oil)
  6. Setelah itu secepatnya tuangkan kedalam cetakan agar tidak memadat diwadah pencampuran.
  7. Tutup cetakan (bisa ditutup plastik atau kain wadahnya) selama 24-48 jam)
  8. Setelah 24-28 jam, sabun keluarkan dari cetakan dan potong sesuai kebutuhan.
  9. Tunggu sampai 2 minggu baru bisa digunakan untuk mandi.
  10. Selesai
Mudah bukan! Buat saja sendiri dirumah cara membuat sabun dengan proses dingin itu mudah dan menyenangkan. 

CARA MEMBUAT SABUN DENGAN PROSES PANAS



Membuat  sabun dengan cara proses panas tidak begitu sulit. Hampir sama dalam proses pembuatannya dengan proses dingin, hanya ini membutuhkan ketelitian, kehati-hatian lebih dan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan proses dingin.
Keselamatan Dalam Pembuatan:
Sama seperti memperhatikan keselamatan dalam pembuatan sabun dengan proses dingin demikian pula dengan proses panas. Jangan sampai tangan kita iritasi karena terkena minyak pada saat dipanaskan. Perhatikan dengan baik:
  • Sarung Tangan. Memakai sarung tangan ini tidak bisa ditawar karena tangan kita langsung bersentuhan dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sabun.
  • Kacamata. Gunakan kacamata ketika proses membuat sabun agar tidak terkena percikan bahan yang akan merusak mata.
  • Jauhkan anak-anak dari ruang kerja. Kecuali jika mereka ingin memaksa untuk melihat, anda harus juga memaksa untuk mengenakan perlengkapan pelindung bagi anak-anak.
  • Ventilasi yang baik. Saat mencampur Kaustik soda ke dalam air aka nada gas yang dilepaskan. Gas yang dilepaskan ini jika terhidup hidung akan berefek panas dan mual bisa jadi sakit kepala. Oleh karena ketika melarutkan kaustik soda sebaiknya di dalam ruangan yang berventilasi yang baik atau kalau tidak gunakan masker yang rapat.
  • Jangan gunakan wadah atau alat dari bahan aluminium. Bahan alkali akan mempengaruhi logam aluminium. Lebih baik menggunakan wadah atau peralatan dari stainless steel atau dari plastik.
  • Sediakan Cuka. Cuka dapat membantu meringankan rasa perih atau panas ketika kulit kita terkena bahan pembuat sabun. Kalau sampai terkena secepatnya bilas dengan air dingin yang mengalir. Bisa juga dengan buah Asem jawa yang direndam dalam air dan air rendaman itu bisa digunakan untuk obat meredam rasa perih atau panas pada kulit.


CARA MEMBUAT SABUN ALAMI


Membuat sabun alami itu mudah. Bisa dilakukan dirumah bahkan menggunakan peralatan yang dipakai dirumah tangga, seperti misalnya: kocokan telur, spatula, wadah plastik dll. Menurut informasi yang sudah beredar luas di internet maupun melalui buku dan yang jelas sudah saya praktekkan dirumah, ada 4 cara membuat sabun alami:

Proses Dingin. Proses dingin (Cold Process)
Dalam pembuatan sabun yang memakai Metode cold process atau Proses dingin, temperatur yang dianjurkan dalam pencampuran antara larutan alkali dan minyak adalah sekitar 45-50 derajat celcius. Proses dingin dilakukan dengan mencampurkan asam lemak dengan larutan sodium hidroksida (kaustik soda). Asam lemak ini bisa saja terdiri dari berbagai macam misalnya, mulai dari lemak sapi hingga minyak Nabati (Minyak Kelapa, Sawit, Zaitun,dll). Pembuatan sabun dengan proses yang mencampurkan sodium hidroksida kedalam  air dan mencampurkannya ke dalam minyak akan menghasilkan reaksi kimia yang disebut “saponifikasi”. Selama proses saponifikasi, minyak dan kaustik soda akan tercampur dan menjadi sabun – proses ini memerlukan waktu 6 minggu untuk menjadi sempurna.

Pembuatan sabun dengan proses ini lebih mudah dibandingkan dengan proses lainnya tetapi tetap memerlukan perlengkapan keselamatan seperti kacamata dan sarung tangan. Cara membuat sabun proses dingin diperlukan langkah-langkah yang tepat dan tetap harus hati-hati.
Sedangkan hasil Sabun dari proses ini memiliki kualitas yang sangat baik yaitu keras dan tahan lama. Berdasarkan minyak yang dipakai, maka anda dapat memperoleh berbagai jenis sabun, misalnya sabun yang berbusa banyak (minyak kelapa merupakan penghasil busa yang baik), sabun yang sangat lembut (jika anda memakai minyak zaitun) atau sabun yang melembabkan kulit (jika anda menambahkan shea atau cocoa butter atau minyak rami).

Proses Panas (Hot Process)
Proses panas merupakan cara yang telah digunakan sejak jaman dulu. Pada proses ini semua bahan dicampur menjadi satu dalam satu wadah dan dipanaskan, Perbedaan utama dari kedua proses ini adalah pemanasan. Proses pemanasan bahan akan mempercepat pembentukan sabun dan menghasilkan sabun yang lebih padat.
Pembuatan sabun dengan proses pemanasan membutuhkan ketepatan dalam mempersiapkan semua hal. Begitu anda mulai membuat sabun dengan proses pemanasan, maka pastikan bahwa semua hal telah siap, antara lain peralatan seperti wadah, sendok, cetakan, timbangan, pisau dan lain-lain. Demikian juga dengan perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan, masker, alas meja dan bahan-bahan lainnya.
Untuk cara pembuatan sabun dengan proses panas ini yang harus diperhatikan adalah kesesuaian panas suhu cairan Kaustik Soda dengan Minyak yang dipanaskan.

Dilelehkan (Melt and Pour)
Secara teknis, semua sabun adalah “Sabun Gliserin”. Dalam sabun produksi pabrik, gliserin yang berlebihan pada sabun akan dibuang. Sehingga pada sabun buatan sendiri kaya akan gliserin karena tidak ada pembuangan gliserin.
Di pasaran, istilah Sabun Gliserin menunjuk pada sabun bening. Biasanya, sabun yang bening mempunyai ekstra gliserin yang ditambahkan untuk menghasilkan sabun yang berkhasiat melembabkan kulit. Gliserin adalah “pelembab”. Senyawa ini membawa kelembaban sendiri; berdasarkan teorinya, jika anda membasuh tangan dengan sabun gliserin, maka akan tersisa lapisan tipis gliserin yang memberi kelembaban di kulit.
Sabun dasar yang bening dapat dibeli dalam bentuk balok besar dan dapat dilelehkan, diwarnai dan diberi pewangi dan kemudian dicetak. Jenis sabun ini diberi nama “Lelehkan dan Tuangkan” sedangkan seni melelehkan dan menuangkan sabun ini disebut “Penuangan Sabun”. Cara ini sangat popular karena mudah dilakukan, karena tidak memerlukan perlengkapan keselematan, bahkan anak-anakpun dapat mengerjakannya.

Daur Ulang (Rebath)
Cara ini adalah bentuk lain dari proses dingin. Cara ini dapat dilakukan dengan memarut atau memotong sabun yang sudah jadi dari proses dingin, kemudian masukkan dalam kukusan atau panci, panaskan hingga sabun meleleh. Tambahkan pewarna atau pewangi dan cetaklah. Cara ini biasanya digunakan untuk mengawetkan bau dan khasiat dari minyak esensial. Selain itu jika pada proses pembuatan sabun mandi yang lain terdapat sisa, bisa di “Rebatch”.
Proses ini juga hampir sama dengan proses melt and Pour, hanya yang membedakannya adalah sabun yang tidak jadi dengan sabun dasar.